PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

www.trenggalekkab.go.id

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Printer
LINK DOWNLOAD PANDUAN siMAYA, SENIN 17 JULI 2017

Dibuat pada: 2017-06-13 08:23:51 - 4056 Hits

TP PKK Trenggalek Santuni Anak Yatim dan Dhuafa dalam Acara Pondok Ramadhan 1438H

Datangnya bulan suci ramadhan menjadi momen spesial untuk berbagi kepada sesama.  Dibulan suci penuh berkah ini dimanfaatkan oleh TP PKK Trenggalek yang di ketuai oleh Istri Bupati Trenggalek Arumi Bachsin dengan kegiatan pondok ramadhan yang berlangsung 12 sampai 16 juni 2017 di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.  Sebelum kegiatan dimulai, lantunan musik hadrah nur anisa binaan tim PKK menghiasi seluruh ruangan pendhopo dengan lantunan ayat-ayat suci dengan nada khas islami yang menyejukkan hati peserta pondok ramadhan.

Mengambil tema "implementasi nilai ramadhan dalam mewujudkan kesalehan sosial" kegiatan ini sekaligus di isi dengan penyerahan santunan oleh Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc kepada 200 anak yatim dan 200 dhuafa yang berada di 2 Kecamatan, Pogalan dan Kampak. Santunan yang diberikan kepada mereka adalah sebesar Rp.150.000 untuk masing-masing yatim piatu dan dhuafa.  Acara pondok ramadhan sekaligus santunan kepada anak yatim dan dhuafa ini terselenggara tak lepas berkat dukungan dari Bupati Trenggalek dan TP PKK yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek dan bantuan dari para donatur termasuk perusahaan perbankan di Trenggalek.  Dalam sambutannya yang sangat inspiratif,  Bupati Trenggalek menekankan pentingnya implementasi nilai suci ramadhan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sebenarnya dunia ini akan menjadi jauh lebih indah manakala apa yang kita budayakan dibulan ramadhan ini sebenarnya kita implementasikan di sepanjang tahun.  Menahan diri, misalnya motong antrian atau yang lagi rebutan tempat duduk, kalau ada antrian mendahulukan yang sepuh, mendahulukan ibu hamil misalnya gitu ya, maka itu budaya yang ingin kita dorong," Ucap Bupati Dr. Emil Elestianto Dardak.

"Maka yang spesial dibulan ramadhan ini kita bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana kita menjadi manusia yang kadar kebaikan dan kemuliaannya ini berkali-kali lipat di bulan ini.  Lalu pertanyaannya kenapa ramadhan hanya satu bulan dalam setahun, iya kan ? karena mungkin namanya manusia tidak luput dari kekhilafan.  Tetapi kita punya kadar, kita dilatih nah mudah-mudahan semakin tahun kita diberikan kesempatan masuk bulan ramadhan maka di tahun berikutnya efek bulan ramadhan ini lunturnya nggak terlalu cepat," jelasnya.

"Soleh, bahwasanya masyarakat kesolehan sosial ini kita pupuk dibulan ramadhan. Ini pas kebetulan pas bulan Pancasila ya, nah kesolehan ini juga sebenarnya yang menginspirasi Pancasila ya kesolehan sosial itu.  Kemanusiaan yang adil dan beradab, apa iya itu bukan kesolehan? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, apa bukan itu kesolehan ?, menjaga kesatuan, berdemokrasi tidak mau menang sendiri yang kuat diatas yang lemah.  Musyawarah semangat itu, itu semua artinya kan kesolehan sosial yang semuanya kita laksanakan sebagai manusia yang berketuhanan," ungkapnya.

"Oleh karena itu ini bulan pancasila yang istimewa karena bertepatan dengan bulan ramadhan.  Kita mendapatkan kesempatan untuk tidak lagi mendikotomi antara dunia dan akhirat.  Sesungguhnya itu menjadi satu kesatuan manusia dengan tujuan mendapatkan berkah didunia dan akhirat," imbuhnya.

Di penghujung acara seluruh hadirin undangan mengunjungi Bazar Ramadhan disisi selatan Pendhopo yang di selenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek.  Tak hanya menyajikan makanan khas Trenggalek yang diproduksi UMKM, bazar tersebut juga menjajakan buku dan berbagai produk busana khas dari Kabupaten Trenggalek seperti batik tulis motif cengkeh, motif ungker padi, dan motif anggrek bulan. (Kominfo Trenggalek)