PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

www.trenggalekkab.go.id

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Printer
LINK DOWNLOAD PANDUAN siMAYA, SENIN 17 JULI 2017

Dibuat pada: 2017-07-25 17:59:03 - 117 Hits

Pemkab canangkan 14 Desa di Trenggalek menjadi Kampung KB
TRENGGALEK- DISKOMINFO - Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya mendorong pembangunan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, salah satu upaya yang dilakukan dengan mencanangkan 14  Kampung Keluarga Berencana (KB) se Kabupaten Trenggalek yang dipusatkan di Desa Bogoran Kecamatan Kampak, Senin (24/7).  Kampung KB di Trenggalek dibentuk satu desa untuk masing-masing kecamatan.   Peresmian Kampung KB se Kabupaten Trenggalek ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan 14 buah balon oleh Bupati Trenggalek Dr.Emil Elestianto Dardak, M.Sc sebagai simbol dari 14 desa yang dicanangkan menjadi kampung KB.
 
Dengan mengusung tema "melalui kampung KB kita tingkatkan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)", pencanangan kampung KB diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mewujudkan keluarga kecil yang harmonis dan sejahtera.  Mengingat saat ini KB tidak hanya terfokus kepada isu-isu laju pengendalian penduduk, akan tetapi juga peningkatan kualitas kehidupan sosial di berbagi bidang baik itu kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.  14 Desa yang dicanangkan menjadi kampung KB diantaranya, Desa Bogoran Kecamatan Kampak, Desa Sengon Kecamatan Bendungan, Desa Sukosari Kecamatan Trenggalek, Desa Gembleb Kecamatan Pogalan, Desa Gondangrejo Kecamatan Durenan, Desa Gandusari Kecamatan Gandusari, Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo, Desa Sumberbening Kecamatan Dongko, Desa Besuki Kecamatan Panggul, Desa Tawing Kecamatan Munjungan, Desa Winong Kecamatan Tugu, Desa Mlinjon Kecamatan Suruh, Desa Tanggaran Kecamatan Pule, Desa Ngentrong Kecamatan Karangan.
 














Penentuan ke 14 desa sebagai kampung KB merujuk pada pedoman yang mengacu pada beberapa aspek pertimbangan seperti desa yang berlokasi di daerah pesisir pantai,  desa yang padat penduduk dan masih banyak penduduk miskin, desa yang kepemilikan dokumen kependudukan yg rendah, usia perkawinan dibawah 21 tahun, desa dengan capaian KB yang masih rendah, dan desa-desa yang masih menginginkan KB atau minat terhadap KB masih cenderung tinggi.
 
Keberhasilan Kampung KB di Trenggalek tentunya memerlukan sinergitas dan kerjasama berbagai pihak, tak hanya pemerintah daerah namun partisipasi masyarakat juga diharapkan dapat menjadi cambuk agar implementasi Kampung KB dapat terselenggara dengan baik dan sukses.  Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Kabid KB dan reproduksi, Ajeng Lukitowati mengatakan "Dari pusat memberikan dukungan dan fasilitas stimulun untuk terlaksananya kampung KB, tentunya tidak keseluruhan biaya itu akan difasilitasi oleh pemerintah pusat akan tetapi juga disinergikan lintas sektor yang lain, dinas-dinas yang lain, juga mitra-mitra yang lain sehingga membangun kampung itu lebih sinergi.  Jadi hanya konsepnya aja bunyinya kampung KB tetapi semua komponen yang ada membangun kampung tersebut," terangnya.
 
Senada dengan Ajeng Lukitowati, Bupati Trenggalek yang dikonfirmasi juga mengatakan kampung KB adalah tanggung jawab bersama.
 
"Siapa saja penggeraknya?? kebetulan sekarang kan KB dengan Dinkes jadi satu Dinkes KB, tapi sebenarnya itu tanggungjawab dari Camat dan semua elemen untuk mewujudkan paradigma keluarga berencana tadi dalam setiap langkah," terang Bupati menambahkan. (Kominfo Trenggalek)