PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

www.trenggalekkab.go.id

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Printer
LINK DOWNLOAD PANDUAN siMAYA, SENIN 17 JULI 2017

Dibuat pada: 2017-09-11 08:44:17 - 106 Hits

28 Peserta Adu Kreatifitas Dalam Lomba Cipta Menu Trenggalek 2017

Trenggalek punya ribuan jenis bahan pangan yang berkualitas untuk diolah menjadi sumber gizi alternatif yang dapat dikonsumsi masyarakat.  Menyikapi hal tersebut Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Trenggalek adakan Lomba Cipta Menu 2017 di Gedung Serbaguna Kelutan untuk menjaring potensi lokal yang ada guna dikembangkan menjadi pangan alternatif selain beras, Kamis (7/9).  Perhelatan lomba kreatifitas menu masakan ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Arumi Bachsin.

Lomba cipta menu 2017 di Trenggalek yang diikuti oleh 28 peserta ini terdiri dari TP PKK masing-masing Kecamatan sebanyak 14 tim dan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) sebanyak 14 tim, mengajak masyarakat untuk meningkatkan pengetahuannya tentang pentingnya makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman berbasis sumberdaya lokal (B2SA).  Terlebih saat ini pemerintah tengah gencar mengkampanyekan diversifikasi atau keanekaragaman jenis pangan, program diversifikasi pangan bukan bertujuan menggantikan peran beras sebagai sumber karbohidrat utama melainkan mengajak masyarakat untuk mengubah pola konsumsi pangan sesuai dengan gizi yang dibutuhkan seperti karbohidrat dari selain beras dan sumber gizi lainnya seperti protein, vitamin, dan mineral  yang cukup.
 
Masing-masing peserta mengadu kebolehan dalam mengolah suatu bahan pangan lokal menjadi aneka menu makan pagi, siang, malam yang bergizi dan juga mempunyai tampilan menarik yang menggugah selera untuk menjadi sajian hidangan keluarga sehari-hari.  Tim dewan juri yang menilai hidangan lomba mempertimbangkan beberapa aspek penting selain citarasa, aspek penting tersebut adalah kandungan gizi dan bahan pangan yang aman dikonsumsi.
 
Ketua TP PKK yang konfirmasi usai acara berlangsung mengatakan bahwa saat ini penting mengajak masyarakat untuk mengenali B2SA,  dikatakan olehnya hal tersebut sangat penting mengingat banyaknya kasus obesitas yang diakibatkan oleh minimnya pengetahuan pola makan yang baik dan seimbang sesuai dengan gizi yang dibutuhkan tubuh.
 
"Kalau dulu kan 4 sehat 5 sempurna, tapi makin kesini makin banyak kasus obesitas.  Kalau saya perhatikan jaman dulu mbah-mbah kita kan makannya suka Polo pendem (umbi-umbian), kemudian sambat kurang gizi sehingga kasus kurang gizi banyak sekali di Indonesia sampai ada gerakan pemerintah 4 sehat 5 sempurna. Nah kalau sekarang banyak kasus obesitas, bukan karena banyak makan tapi karena kandungan gizinya tidak seimbang maunya makan nasi saja tapi lauknya sedikit," ungkapnya.
 
"Maka dari itu sekarang ada B2SA harapannya bisa menanggulangi ini, orang yang kurang gizi dan kelebihan gizi menjadi normal.  Dan yang kita sosialisasikan ini utamanya ibu-ibu PKK karena memang mereka yang sangat dekat dengan masyarakat dan bersentuhan langsung dengan makanan di keluarga," imbuhnya.
 
Disudut gedung serbaguna tempat lomba berlangsung terdapat sebuah tempat kecil yang dinamakan "Pawon Si Mbok".  Pawon simbok merupakan replika dari suasana dapur jaman dulu yang diproyeksikan untuk mengenang kondisi dan suasana saat hidangan khas Trenggalek diciptakan dulu kala. Sementara itu pada lomba cipta menu tahun ini, para pemenang mendapatkan trofi, uang pembinaan dan sertifikat.  Khusus untuk Juara I nantinya akan dikirim  untuk mengikuti lomba serupa yang lebih besar yaitu lomba cipta menu tingkat provinsi. (Diskominfo Trenggalek)