PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

www.trenggalekkab.go.id

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Printer
LINK DOWNLOAD PANDUAN siMAYA, SENIN 17 JULI 2017

Dibuat pada: 2017-09-26 07:30:31 - 4064 Hits

Pemkab Trenggalek Gelar Sekolah Pasar bagi 30 Pedagang Pasar kamulan
Pemkab Trenggalek tengah berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pedagang pasar yang ada di Trenggalek guna menjawab tantangan persaingan ekonomi global, salah satunya dengan memberikan "Sekolah Pasar" yang digelar selama 4 hari mulai tanggal 25 September hingga 28 Spetember 3017 oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan usaha dagang pasar.
 
Sekolah Pasar ini resmi dibuka oleh Bupati Trenggalek Dr.Emil Elestianto Dardak, M.Sc di Aula hotel Bukit Jaas Permai yang sekaligus menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Ir.Joko Setiyanto.  Ada 30 peserta yang mengikuti sekolah pasar selama 4 hari tersebut, kesemuanya merupakan perwakilan paguyuban dari seluruh pedagang pasar yang ada di Pasar Kamulan.  Sekolah pasar ini sendiri akan terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama selama 2 hari para peserta akan diberikan pembekalan materi lantas selanjutnya mereka akan diajak untuk terjun langsung dan melihat kondisi yang ada di lapangan.  Bahkan nantinya mereka juga akan diajak studi banding guna belajar dari pasar yang kini pengelolaannya sudah tertata dengan baik yaitu pasar oro-oro dowo yang berlokasi di Kota Malang.
 
Para pedagang Pasar Kamulan sengaja dipilih untuk mewakili dan mengikuti sekolah pasar ini, pasalnya selain lokasi Pasar Kamulan yang sangat strategis karena berada di jalur utama provinsi juga merupakan salah satu dari 24 pasar daerah yang ada di Kabupaten Trenggalek dimana saat ini tengah berbenah menjadi lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan semakin tertata rapi.
 
Saat ini kondisi pasar rakyat yang ada di Trenggalek sudah cukup dikelola dengan baik.  Dari 24 pasar daerah yang ada, saat ini ada beberapa pasar tradisional yang kini tengah berbenah baik itu dari sisi properti, kualitas komoditas dagangan maupun sisi pengelolaan.  Hal tersebut tentunya bertujuan agar ekonomi rakyat bisa benar-benar sukses dan berjalan dengan baik, mengingat pasar  rakyat tidak memerlukan modal yang besar jika dibandingkan dengan pasar modern yang ada di kota-kota besar.
 
Bupati Trenggalek dalam kesempatan ini menegaskan bahwa para pedagang pasar harus mempunyai inovasi-inovasi yang cemerlang untuk menghadapi tantangan ekonomi modern.  Langkah ini secara tidak langsung akan menghapus pandangan bahwa pasar rakyat hanya bisa ramai saat hari pasaran saja dan tidak bisa berkembang ditengah persaingan ekonomi modern.
Terlebih saat ini banyak sekali celah-celah untuk memajukan perekonomian yang dapat dimanfaatkan oleh para pedagang yang ada, salah satunya dengan pesatnya transaksi jual beli secara online.  Hal tersebut menurutnya harus dimanfaatkan oleh para pedagang untuk bisa lebih berpacu lagi memasarkan produknya di kancah persaingan yang lebih tinggi.  
 
"Kita ingin pasar itu rohnya maupun pengembangannya bukan pemerintah yang modelnya nyuapin atau njejelin kepada pedagang pasar tetapi paguyuban ini yang punya berbagai macam inovasi untuk pasar lebih hidup lebih nyaman, tadi ada istilah sing tuku ora teko sing teko ora tuku (yang beli tidak datang yang datang tidak beli) ," ungkap Bupati saat dikonfirmasi.
 
"Untuk kreatifitas inovasi dan kearifan lokal dari masing-masing pasar itu sendiri.  Jadi memang pemerintah ini harus bisa menjadi katalis agar pedagang pasar dan paguyuban ini bisa terus berkreasi menjawab isu-isu ataupun tantangan-tantangan dan menajamkan kebijakan kami juga, supaya kami kebijakannya benar-benar menjawab.  Apalagi dengan keterbatasan dana, maka kita harus pastikan apapun yang kita investasikan pada sebuah pasar itu membawa manfaat besar bagi pedagang-pedagang disana," imbuhnya. (Kominfo Trenggalek)