PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

www.trenggalekkab.go.id

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Printer

Dibuat pada: 2016-08-03 13:00:01 - 3490 Hits

Pemkab. Trenggalek mengadakan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas untuk Anak di Bawah Umur
Maraknya anak sekolah belum cukup umur sudah mengendarai kendaraan bermotor sendiri berangkat sekolah, membuat segenap masyarakat prihatin akan kondisi ini. Utamanya Pemerintah Kabupaten Trenggalek maupun Kepolisian Resort Trenggalek, pasalnya anak-anak ini masih belum cukup umur serta bisa membahayakan diri sendiri ataupun orang lain dijalanan. Meskipun dengan dalih karena jarak yang jauh, sehingga pilihan yang tepat bagi mereka adalah mengendarai sendiri kendaraan bermotor memang dapat menyelesaikan masalah mudah mnjangkau sekolah. Namun keputusan itu juga memiliki resiko yang cukup besar bagi anak maupun orang lain di jalan.

Kondis di lapangan mengakibatkan  pemerintah serba salah, karena ketentuan undang-undang berlalu lintas jelas tidak memperbolehkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor sendiri. Namun bila ini ditertibkan dan tidak memberikan solusi, pastinya semangat anak untuk berangkat sekolah jadi berkurang. Menanggapi polemik ini, agar tidak berkepanjangan Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan menggandeng Polres Trenggalek Selasa (2/8) kemarin, mengumpulkan seluruh kepala sekolah baik tingkat SD, Mi, SMP maupun MTs di Hall Hotel Hayam Wuruk. Untuk sosialisasikan tertib berlalu lintas bagi anak belum cukup umur.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Kusprigianto, MM, Kepal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigid Hari Basuki, SH. MSi.  Kasat Lantas AKP Heru Sujito, SH, seluruh Kapolsek lingkup Polres Trenggalek serta kepala sekolah SD, MI, SMP maupun MTs negeri maupun swasta di Trenggalek.

Dalam sambutannya Bupati Trenggalek menyampaikan sudah jelas apa tujuan kita ada di sini, yaitu melakukan pembicaraan menyangkut dengan nyawa seseorang.  Dan sebagian nasib nyawa orang atau anak-anak ini kita ikut andil didalamnya", ungkap bupati kala itu. Bupati saat itu meminta kesediaan para kepala sekolah untuk ikut andil besama-dengan pemerintah mengatasi permaslahan ini dengan tidak menyembunyikan satupun siswanya yang masin membawa kendaraan ke sekolah untuk dicatat. Karena hanya dengan satu murid saja permasalahan ini aka  tidak terselesaikan. Data dan catatan  inilah yang natinya akan digunakan pemerintah untuk disodirkan kepada DPRD untuk dilakukan pembahasan bersama penyelesaian masalahnya. Bupati menganggap kejadian ini merupakan kejadian luar biasa yang diperlukan penanganan segera, pasalnya menyangkut dengan nyawa, lebih-lebih anak sekolah ini merupakan generasi penerus bangsa. Ini bukan main-main lagi, karena ini menyangkut dengan nyawa. Bukan hanya nyawa yang naik saja melainkan juga orang lain, coba bayangkan bila nyawa yang yang terancam itu adalah nyawa anak atau cucu anda semua yang hadir disini", imbuhnya.

"Masalahnya kita menjaga nasib anak-anak yang sekolah.  Kita bisa melarang anak-anak tidak boleh naik motor ke sekolah dan itu bisa.  Namun masalahanya mereka enggan untuk berangkat sekolah. Makanya kita memilih kepala-kepala sekolah yang hebat,  kepala sekolah yang bisa menegakkan peraturan namun tetap bisa menjaga anak anak tetap sekolah. Makanya kita akan merencanakan aksi, dengan menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan maupun Kepolisian untuk merumuskan aksi apa yang mungkin bisa pemerintah lakukan", tegas Bupati.

Dengan membiarkan anak-anak boleh bersekolah menggunakan kendaraan bermotor, sama halnya pemilik buaya atau ular melepaskan peliharaannya di Alon-alon atau tempat keramaian lainnya, sewaktu-waktu bisa membahayakan". Sebenarnya  saya tidak terjadwal dalam acara ini namun saya ingin langsung bersambung rasa dengan selutuhbjajaran kepala sekolah yang ada. Karena ini adalah maslah ini merupakan masalah yang penting. Bagi bupati imi adalab masalah yang serius dan harus segera selesai dan  tidak bisa ditunda