PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

www.trenggalekkab.go.id

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Printer

Dibuat pada: 2019-05-16 07:19:15 - 68 Hits

Ngaji Kitab, Gus Bahak Pondok Tengah Ulas Nikmat Islam Dalam Ramadhan 1440H
Gus Bahak dari Pondok Tengah Kamulan isi tausiyah Ngaji Kitab di Pendhapa Manggala Praja Nugraha. Ngaji Kitab yang diselenggarakan Pemkab Trenggalek setiap hari Senin sampai Kamis di bulan Ramadhan 1440H turut dihadiri oleh Plt.Bupati Trenggalek H.Moch Nur Arifin dan segenap ASN di lingkungan Pemkab Trenggalek, Rabu (15/5).

Pada kesempatan sore itu Gus Bahak mengulas barokah nikmat Islam dalam Ramadhan 1440H. Dituturkan oleh Gus Bahak hadirnya Islam ditengah-tengah kehidupan umat membawa pencerahan untuk menjalani kehidupan di dunia. Suri tauladan yang sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW hendaknya diteladani oleh seluruh umat Islam untuk senantiasa berbuat baik.

"Kufur itu gelap, ada Islam jadi terang. Gara-gara Islam kita jadi tahu mana yang baik mana yang buruk," tutur Gus Bahak.

Amalan menuju surga diajarkan dan diperintahkan kepada kita di dalam Islam untuk kita ikuti. Dan larangan yang menuju jurang neraka diajarkan kepada umatnya dan diperintahkan oleh Rasulullah untuk menjauhi jalan buruk tersebut.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Gus Bahak selama menyusuri perjalanan hidupnya, manusia dikawal oleh malaikat Raqib dan Atid. Tugas keduanya adalah mencatat seluruh amal perbuatan manusia baik itu amal baik maupun perbuatan buruk selama hidup di dunia. Gus Bahak juga menerangkan bahwa ingat akan kematian adalah satu hal yang bisa mendorong agar selalu berbuat baik.

"Ingat mati termasuk ibadah, ingat mati bisa dipraktekkan dengan cara ziarah kubur. Ziarah kubur juga bisa menanamkan rasa zuhud," ungkapnya.

Ditambahkan olehnya, ziarah kubur merupakan suatu amal ibadah yang dianjurkan untuk kita amalkan. Bahkan Rasulullah SAW begitu menekankan agar kita melakukan ziarah kubur untuk mengingat bahwa kehidupan di dunia tidaklah kekal namun justru kehidupan akhiratlah yang bersifat selamanya. Selain itu ziarah kubur menjadikan umat memiliki keseimbangan antara semangat membangun kehidupan dunia dengan tuntutan iman kepada hari akhir.

"Kalau ziarah kubur tujuannya ingat mati, maka yang dijenguk boleh siapapun. Carilah bekal untuk hari akhir dengan cara melakukan perbuatan yang baik," kata Gus Bahak. Diskominfo Trenggalek