PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

www.trenggalekkab.go.id

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Printer

Dibuat pada: 2020-07-16 13:46:44 - 151 Hits

MENJADI NARASUMBER DIALOG PUBLIK GUGUS TUGAS NASIONAL, BUPATI NUR ARIFIN BAGIKAN TIPS BAGAIMANA TRENGGALEK RAIH EMPAT PENGHARGAAN DARI KEMENDAGRI

Menjadi narasumber dalam dialog publik penanganan Covid-19 di Media Center Gugus Tugas Nasional Graha BNPB, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berbagi tips bagaimana Trenggalek berhasil meraih 4 penghargaan sekaligus dalam lomba inovasi daerah yang digelar Kemendagri, Selasa (14/7/2020).

Lomba inovasi yang diselenggarakan Kemendagri merupakan sarana edukasi dan sosialisasi tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru secara bersama-sama oleh setiap daerah.

Dalam lomba ini, Kabupaten Trenggalek berhasil menyabet empat penghargaan, antara lain Juara I Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Juara I Sektor Hotel, Juara I Sektor Restoran dan Juara III Sektor Pariwisata.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menuturkan bahwa Kabupaten Trenggalek tidak sebatas menyusun program untuk meraih keberhasilan ajang perlombaan, namun juga menjadi suatu gerakan untuk dapat dikembangkan sebagai cara hidup masyarakat Kabupaten Trenggalek yang produktif namun tetap aman dari Covid-19.

"Bukan sebatas program, namun menjadi sebuah gerakan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek dalam melaksanakan adaptasi kebiasaan baru yang produktif dan aman Covid-19," tutur Bupati Nur Arifin dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional.

Pria yang akrab disapa Cak Ipin menyebut Pemkab Trenggalek melakukan kolaborasi dengan semua pihak lintas sektor dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Gerakan ini juga didukung dengan gotong royong warga Kabupaten Trenggalek yang disiplin dalam mengadaptasi kebiasaan baru.

Bupati Arifin menjelaskan bahwa gerakan dimulai dari mengumpulkan semua stakeholder untuk menyeragamkan persepsi. Jika tidak saling membantu dalam penanganan Covid-19, maka kegiatan ekonomi akan semakin terhambat.

Namun apabila semua stakeholder saling bahu membahu untuk mengedepankan protokol kesehatan dalam setiap pelayanan, roda perekonomian akan kembali berjalan serta keuntungan dari Lomba Inovasi Daerah akan membantu sektor terkait diakui secara nasional menjadi tempat yang aman dari Covid-19.

"Kita langsung kumpulan semua stakeholder. Jika mereka tidak ikut membantu, roda perekonomian akan lesu. Tapi kalau bisa sukses dengan mengedepankan protokol kesehatan, sektor-sektor di Kabupaten Trenggalek akan mendapat pengakuan secara nasional bahwa hotel, restoran dan tempat wisata kita aman," ungkapnya.

"Bahkan untuk tempat yang sebelumnya bukan menjadi destinasi wisata, dapat menjadi pilihan masyarakat karena kita selalu mengutamakan protokol kesehatan dan disiplin dalam mengadaptasi kebiasaan baru," jelasnya.

Tidak berhenti pada kemenangan saja, Kabupaten Trenggalek juga giat melanjutkan misinya dalam membangun daerah yang aman covid-19 dan produktif pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Untuk itu Pemkab Trenggalek melakukan pengalihan jalur yang mengharuskan warga yang ingin masuk ke Kabupaten Trenggalek melalui check point untuk dilakukan screening, observasi dan mengikuti rapid test bagi yang datang dari daerah zona resiko penularan tinggi. Bagi yang hasilnya reaktif, petugas tidak mengizinkan untuk masuk ke Kabupaten Trenggalek.

Selain itu bagi warga Trenggalek yang diketahui reaktif, akan diarahkan untuk melakukan karantina atau isolasi pada asrama yang telah dipersiapkan oleh Pemkab Trenggalek. Sedangkan bagi yang hasil tesnya non reaktif diperbolehkan masuk.

Selain itu, Pemkab Trenggalek bekerja sama dengan satuan tugas (satgas) desa, platform lokal ojek online, untuk memberikan pelayanan kepada warga yang sedang melakukan isolasi dengan memberikan top up ojek online senilai dua ratus ribu rupiah selama menjalani karantina 14 hari.

Disamping itu, Pemkab Trenggalek juga mengalihkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial bagi warga yang merantau di Kabupaten Trenggalek dengan memberikan insentif 600 ribu per bulan untuk mengurangi potensi penularan akibat arus mudik. BST dari kementerian sosial dialihkan untuk perantau terdampak yang tidak melakukan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bupati juga menerangkan hingga saat ini pasien positif di Kabupaten Trenggalek tidak ada yang di rawar di rumah sakit, melainkan di Asrama Covid-19 untuk menjalani isolasi.

Beralih pada kegiatan ekonomi, pasar-pasar telah menerapkan protokol kesehatan dengan memasang tabir pemisah antara penjual dengan pembeli, dan mewajibkan penggunaan masker serta pemasangan CCTV untuk dapat memantau warga. Bagi warga yang tidak melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar, akan diingatkan oleh petugas.

Selain itu, untuk menghindari kontak fisik secara langsung dalam bertransaksi, Pemkab Trenggalek juga bekerja sama dengan salah satu bank BUMN untuk membangun platform pasartrenggalek.com.

Bahkan pada kegiatan keagamaan, demi menjaga kedisiplinan physical distancing Pemkab Trenggalek juga memberikan aturan seperti jumlah jamaah maksimal 20% dari total kapasitas ruangan, sehingga kegiataan keagamaan bisa tetap dilaksanakan namun juga aman dari Covid-19.

"Itu nanti yang jadi standar di masyarakat, sehingga masyarakat punya guidance punya arahan. Sekali lagi jangan sampai ada persepsi bahwa oh Pemerintah melarang ibadah," kata Bupati Arifin.

"Itu nanti yang jadi standar di masyarakat, sehingga masyarakat punya guidance punya arahan. Sekali lagi jangan sampai ada persepsi bahwa oh Pemerintah melarang ibadah," kata Bupati Arifin.

Pemimpin muda ini menegaskan, gotong royong seluruh pihak menjadi kunci penanganan dampak covid-19, sisi kolaborasi menjadi penting agar masyarakat juga ikut tergerak membantu Pemerintah menangani dampak pandemi ini.

"Jadi kita ini butuh perjuangan bersama, jangan cuma menunggu action Pemerintah tapi kita juga harus action juga," terangnya.

Pada sektor pariwisata, Pemkab Trenggalek telah membuka 14 destinasi wisata secara bertahap dengan konsep clean and healthy. Namun untuk sementara waktu, hanya wisatawan lokal Trenggalek saja yang diperbolehkan masuk, sedangkan untuk wisatawan luar Trenggalek masih akan dikaji terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Bupati Nur Arifin berharap pencapaian Juara Nasional pada Lomba Inovasi Daerah dapat menjadi kekuatan bagi Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan produktivitas yang aman Covid-19.

"Sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata kini telah dinyatakan aman Covid-19. Hal ini jadi salah satu keuntungan untuk meningkatkan produktivitas karena daya tarik tertuju pada daerah yang telah menerapkan protokol kesehatan dan aman Covid-19. Trenggalek sudah siap dan bisa, pasti daerah lain juga bisa," tutupnya. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek, dikutip dari BNPB)