Bukan Faktor Keturunan, Pj. Setda Trenggalek Trenggalek Sebut Stunting Bisa Dicegah

berita

10 March 2022

133
Bukan Faktor Keturunan, Pj. Setda Trenggalek Trenggalek Sebut Stunting Bisa Dicegah

Stunting bukan faktor keturunan, hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Trenggalek, Dr. Andriyanto, SH., M.Kes., saat menjadi narasumber di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam rangka peringatan hari gizi nasional ke-62.

Pj.Sekda menyebut pada dasarnya kondisi gagal tumbuh kembang pada anak, ini bisa dicegah. "Stunting disini adalah kondisi dimana seseorang kurang gizi dalam jangka waktu yang lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga anak terlihat lebih pendek," jelasnya. Rabu (9/3/2022).

Menurutnya stunting bisa dicegah, namun stunting juga bukan faktor keturunan. Untuk mempercepat penurunan stunting, Pj.Sekda menyarankan untuk lebih banyak meningkatkan pemberian konsumsi Zink atau Zn yang banyak pada protein hewani. Terutama banyak terdapat pada jenis ikan laut dan kerang-kerangan.

"Kalau ini diberikan pada ibu hamil dan anak usia 0 sampai 2 tahun, itu akan lebih mempercepat tumbuh kembang anak itu. Hal ini dikarenakan yang paling banyak berperan dalam tumbuh kembang anak adalah Zink ini," terangnya.

Selanjutnya untuk lebih mempercepat, penurunan stunting, anak yang sudah beraktivitas itu ditingkatkan stimulasinya dengan banyak olahraga, utamanya stimulasi melompat.

Alasanya, jelas Pj.Sekda Andriyanto menyebut stunting itu terkait dengan tinggi badan dan tinggi badan akan meningkat bila tulangnya tumbuh dengan bagus. Intervensi tersebut dinilai efektif dan evisien, karena juga disarankan juga oleh WHO.

Kemudian untuk mempercepat penurunan stunting secara konkret, juga dibutuhkan pemahaman masyarakat. Karena 60% kejadian stunting di Indonesia, utamanya di Jatim itu bukan karena faktor kemiskinan, melainkan faktor kurangnya atau rendahnya pola asuh.

Jadi ini perlu ditingkatkan, bagaimana ibu-ibu, para orang tua diajari bagaimana meningkatkan ketrampilan untuk bisa memberikan makanan yang terbaik untuk anak dan ibu hamil.

"Banyak problem anak susah makan, makanya saya berharap ibu ibu itu bisa menjadi master Chef di keluarganya. Sehingga dengan begitu anak bisa tertarik untuk makan. Tentunya ini akan memberikan banyak gizi dan stunting bisa dicegah  dengan cepat," sambungnya.

Saat ini bagaimana kemampuan meningkatkan ketrampilan ibu menjadi penting dalam memberikan makanan terbaik kepada ibu hamil atau 1.000 tahun kehidupan pertama. Diskominfo Trenggalek