Kabupaten Ngawi Lirik Program Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Trenggalek

inovasi

28 May 2021

73
Kabupaten Ngawi Lirik Program Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Trenggalek

Penanganan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek kembali dilirik daerah lain. Ingin belajar langsung dari kesuksesan Pemkab Trenggalek, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Ngawi berkunjung ke Kabupaten Trenggalek, Kamis (27/5/2021).

Studi tiru TKPKD Kabupaten Ngawi ke Kabupaten Trenggalek diterima langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek yang sekaligus Ketua TKPKD Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara di Gedung Smart Center.

Wabup Syah menuturkan TKPKD di Trenggalek tak lepas dari program Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK). Sebuah program terobosan dari gagasan Bupati Nur Arifin untuk penanggulangan kemiskinan yang sudah berjalan selama 4 tahun di Kabupaten Trenggalek.

Wabup Bupati muda ini menyebut program GERTAK bisa berjalan dengan baik berkat sinergi dari seluruh pihak, termasuk OPD, Forum CSR, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Trenggalek. Dengan sinergi ini GERTAK mampu berdiri dalam hal pendanaan tanpa sepenuhnya bergantung pada APDB Kabupaten.

"Kenapa GERTAK bisa sukses, karena kami juga mengadopsi semangat Gotong Royong. Alhamdulilah GERTAK bisa terus eksis sampai hari ini," tutur Wabup.

Selain itu, dijelaskan oleh pria mantan anggota DPRD ini GERTAK telah memberikan manfaat cukup signifikan dalam penanggulangan kemiskinan. Baik pembiayaan kesehatan masyarakat miskin, Jampersal, bedah rumah, maupun upaya pemberdayaan bagi masyarakat miskin di Kabupaten Trenggalek.

Wabup Syah menjelaskan, konsep utama dari GERTAK adalah sedekah rezeki, sedekah partisipasi, dan sedekah informasi. Sehingga seluruh masyarakat bisa ikut bersedekah membantu Pemerintah menanggulangi kemiskinan.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengaku permasalahan penanganan kemiskinan menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Ngawi. Pasalnya selama kurun waktu 4 tahun terakhir angka kemiskinan di kabupaten tersebut terpantau sebesar 14 persen.

Untuk itu, Wabup Ngawi Rianto menyebut program GERTAK sangat aplikatif apabila diterapkan di daerah yang dipimpinnya.  Tentu saja dalam pengaplikasian program tersebut akan disesuaikan dengan berbagai kearifan lokal yang ada di Kabupaten Ngawi.

"Kenapa kami sampaikan aplikatif,  karena untuk penanganan masalah kemiskinan ini sangat berbeda dengan sektor lain," ungkapnya.

"Niatan kami ini sekaligus menjadi komtimen kami di Kabupaten Ngawi bersama OPD untu percepatan dalam pelaksanaan penanggunalangan kemiskinan.  Itu tidak bisa kita elakkan," pungkasnya. Diskominfo Trenggalek