Pemkab Trenggalek Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1413H

berita

02 March 2022

359
Pemkab Trenggalek Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1413H

Pemerintah Kabupaten Trenggalek peringati Isra' Mi'raj 1443 Hijriah secara hybrid di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Selasa (1/3/2022).

Peringatan yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Trenggalek Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs.Abdus Somad ini menghadirkan tausiyah dari KH. Dr. Muhammad Muntahibun Nafis, M.Ag.

Gelaran peringatan tersebut mengusung tema "shalat sebagai benteng keimanan yahg kokoh dimasa pandemi covid-19, untuk meningkatkan etos kerja ASN dalam mewujudkan pemulihan ekonomi berbasis pariwisata kolaboratif dan berwawasan lingkungan".

Membuka kegiatan ini, Drs.Abdus Somad menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi'raj hendaknya tidak sekedar menjadi rutinitas tahunan. Akan tetapi hikmah kebaikan yang terkandung didalamnya juga harus dilaksanakan kedalam nilai kehidupan sehari-hari.

Menurut Abdus Somad, peristiwa Isra Miraj bukan hanya sebatas rasional dan irasional. Mengingat Isra dan Miraj merupakan salah satu peristiwa yang cukup bersejarah bagi kaum Muslim, karena pada saat itulah Allah SWT mewajibkan sholat lima waktu.

Perjalanan semalam yang ditempuh Nabi Muhammad tersebut bukan kehendaknya sendiri tapi kehendak Allah, maka karena kehendak Allah maka itu adalah suprarasional diatas kemampuan daya pikir manusia.

"Jangankan hanya semalam, sedetikpun jika Allah menghendaki bisa terjadi," ungkapnya.

Hikmah kedua adalah Shalat sebagai Miraj atau tangga naiknya kaum muslimin karena dengan shalat orang bisa mengenal arah.

Kemudian menurut mantan Kabag Kesra ini, shalat juga bisa menjadi kunci kebaikan. Ibadah yang dilaksanakan setiap hari juga harus menjadi dasar untuk melakukan kebaikan di segala aktifitas.

"ASN harus ada dampak dengan peringatan Isra Miraj ini, yaitu peningkatan disiplin kita dalam melaksanakan kerja, serta target pekerjaan yang harus kita lakukan," ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama, juga diserahkan secara simbolis beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan BPJS Ketenagakerjaan.

Terdapat 37 mahasiswa yang diberikan beasiswa melalui program bidikmisi dengan kualifikasi kemampuan akademik yang luar biasa dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan turut berikan santunan kepada 40 mahasiswa sebagai perwujudan misi BPJS ketenagakerjaa untuk melindungi melayani dan mensejahterakan pekerja dan keluarga.  Dimana beasiswa ini diberikan kepada maksimal 2 anak dari pekerja yang telah meninggal dunia. Diskominfo Trenggalek