162 PPPK Dilantik Bupati Trenggalek Secara Virtual

pemerintahan

03 March 2021

89
162 PPPK Dilantik Bupati Trenggalek Secara Virtual

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melantik dan mengambil sumpah 162 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dilingkungan Pemkab Trenggalek.

Pengambilan sumpah PPPK dilaksanakan secara virtual dari 3 lokasi yang berbeda, yakni Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Gedung Bhawarasa, dan Aula Dinas Pendidikan, Senin (1/3/2021).

Kabid Formasi dan Informasi BKD Trenggalek, Indrayana menjelaskan seluruh PPPK yang baru saja dilantik terdiri dari 101 guru dan 61 penyuluh pertanian. Indrayana menyebut seluruh PPPK tersebut telah mengikuti seleksi sistem CAT pada tahun 2019 lalu.



Lebih lanjut, setelah tahapan seleksi 2029 didapati data 2 peserta yang masuk diatas ambang batas. Kemudian setelah melengkapi dokumen persyaratan selanjutnya diangkat sebagai calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Kemudian dilanjutkan dengan pengusulan nomor induk PPPK ke BKN. Setelah disetujui maka diangkat sebagai PPPK," jelasnya.

Seusai melantik dan menyerahkan SK PPPK, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengaku terharu mendengar ada seorang PPPK yang telah mengajar sebagai guru honorer selama 18 tahun dan honorer penyuluh pertanian selama 13 tahun dan baru saat ini ditetapkan menjadi PPPK.

"Tidak otomatis, ini juga dengan perjuangan karena panjenengan juga mengikuti proses pendaftaran dan serangkaian tes. Saya ucapkan selamat," tutur Bupati Nur Arifin.



Kepada PPPK tenaga pendidik, Bupati berpesan untuk memastikan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Melalui upaya tersebut diharapkan pembelajaran tatap muka di Trenggalek yang aman dari Covid-19 bisa segera dimulai.

"Untuk para tenaga pendidik, saat ini fokus pastikan diri anda semua mendapatkan vaksinasi, itu yang paling penting," ungkapnya.

Selanjutnya kepada para penyuluh pertanian, Bupati berpesan bahwa Pemkab Trenggalek saat ini tengah memfokuskan untuk mengurangi biaya produksi pertanian melalui pembuatan pupuk organik cair oleh BUMP.

"Saya berharap para penyuluh bisa mensolusikan khususnya untuk ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek, jangan sampai ada yang gagal panen hanya karena tidak ada pupuk," pungkasnya. Diskominfo Trenggalek