Bupati Nur Arifin Sampaikan Sampaikan Omicron Tidak Ditemukan di Trenggalek, Masyarakat Diminta TIdak Panik

covid-19

18 January 2022

400
Bupati Nur Arifin Sampaikan Sampaikan Omicron Tidak Ditemukan di Trenggalek, Masyarakat Diminta TIdak Panik

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan petugas, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebut saat ini tidak ditemukan varian omicron di Kabupaten Trenggalek. Masyarakat juga terus dihimbau tetap waspada dan tidak panik menyikapi sejumlah pemberitaan yang beredar.

Hal ini disampaikan Bupati Nur Arifin saat menggelar press confrence di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Senin (17/1/2022).

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa seorang warga Malang dengan inisial Nyonya L dinyatakan terkonfirmasi positif covid omicron, setelah dilakukan uji pengambilan Swab pada 11 Januari 2021.

Menyikapi hal ini, Pemkab Trenggalek menindaklanjuti dengan melakukan tracing dan pemantauan pada lokasi yang sempat dikunjungi Nyonya L, juga terhadap sejumlah orang yang dimungkinkan berinteraksi saat Nyonya L berada di Trenggalek.

"Hari ini saya ingin mengupdate didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Kecamatan Trenggalek, jadi telah beredar berita bahwa ada pasien Nyonya L yang di swab tanggal 11 Januari kemudian positif varian omicron," tutur Bupati Nur Arifin.

Bupati Trenggalek mengatakan, jika merujuk pedoman dari Kementerian Kesehatan, kontak erat adalah mereka yang berhubungan dalam rentan waktu setidak tidaknya 3 hari kebelakang sejak ditemukannya kasus.

Sedangkan Nyonya L memang betul pernah di Trenggalek, tetapi telah meninggalkan Trenggalek sejak tanggal 31 Desember 2021. Sehingga apabila diklasifikasikan di Trenggalek ini sebagai kontak erat jika merujuk pedoman diatas maka yang bersangkutan tidak bisa disebut kontak erat.

"Memang benar pernah di Trenggalek, tapi telah meninggalkan Trenggalek sejak 31 Desember 2021. Kemudian Pemerintah Provinsi telah merilis ternyata beliau tertular dari Tuan D. yang diketahui positif tanggal 5 Januari 2022," terangnya.

Tetapi Pemerintah Kabupaten Trenggalek, lanjut Bupati Arifin  demi kehati-hatian tetap melakukan screening dan juga melakukan tracing dengan melakukan swab baik antigen maupun PCR.  dan diketemukan bahwa keenam orang pernah ada di satu area dengan beliau Nyonya L itu semua dinyatakan negatif.

"Yang kita ambil posisi sekarang adalah kita terapkan PPKM Mikro di lokasi.  Jadi yang perlu dijelaskan adalah bahwa sesuai pedoman, Trenggalek bukanlah daerah asal karena juga bukan masuk dalam definisi kontak erat yang ada di Trenggalek," tegasnya.

Tetapi demi kehati-hatian, karena belum diketahui masa inkubasinya seberapa lama meskipun hari ini sudah 14 hari.  Sehingga seharusnya sudah lepas juga dari masa inkubasi, tetapi demi kehati-hatian petugas tetap melakukan tracing.

"Alhamdulilah semua yang ada di Kabupaten Trenggalek yang disinyalir sebagai kontak erat itu dinyatakan negatif," ucap Bupati Arifin.

Suami Novita Hardini ini menambahkan, "Jadi itu yang bisa kami klarifikasi sehingga Nyonya L ini sudah meninggalkan Trenggalek sejak tanggal 31 Desember 2021, kemudian tanggal 5 Januari 2022 ada Tuan D yang positif di Malang.  Dan kemudian itu diketahui menularkan kepada Nonya L.  Begitu Nyonya L diketahui tanggal 11 Januari itu sesuai data yang kami dapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.

Disisi lain, Bupati Nur Arifin menyebut Pemkab Trenggalek juga terus berupaya mencegah agar varian omicron tidak sampai menyebar didaerahnya.

Beberapa langkah disiapkan mengikuti apa yang menjadi himbauan dari Pemerintah Pusat, baik menyiagakan kembali seluruh perangkat mulai dari Safe House, Shelter, Rumah Sakit, termasuk mendorong kedisiplinan masyarakat tentang protokol kesehatan.

"Tapi yang paling penting adalah saya ingin menggaris bawahi sampai hari ini tidak diketemukan adanya varian omicron yang ada di Kabupaten Trenggalek.  Dan saya minta tidak menjadi suatu kepanikan, tetapi tetap kewaspadaan bagi seluruh masyarakat," tegas Bupati Arifin. Diskominfo Trenggalek