Jelang Hari Jadi, Pusaka Kabupaten Trenggalek Dijamas dan Dikirap Menuju Kamulan

berita

01 September 2022

101
Jelang Hari Jadi, Pusaka Kabupaten Trenggalek Dijamas dan Dikirap Menuju Kamulan

Sejumlah pusaka Kabupaten Trenggalek dilakukan ritual penjamasan atau dibersihkan. Prosesi ini sekaligus menandai dimulainya peringatan Hari Jadi ke-828 Trenggalek, Selasa (30/8/2022).

Serangkaian prosesi jamasan dilakukan oleh juru jamas KRT. dr. Sardjono Baskoro di Ruang Paringgitan Pendhapa Manggala Praja Nugraha. Sebelum dijamas pusaka diserahkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek.

Kali ini, 2 Tombak Korowelang dibersihkan dan diberikan minyak untuk mengawetkan pusaka tersebut. Selepas dijamas, nantinya 2 tombak ini akan dikirab dan disemayamkan selama satu malam menuju Desa Kamulan Durenan bersama Pusaka Trenggalek lainnya.

 


 

Mengikuti prosesi jamasan, Bupati Nur Arifin menuturkan, "Ini acara setiap tahun menjelang Hari Jadi Trenggalek saat ini ke-828 .Kita dapat melaksanakan jamasan, nanti kita inapkan di Kamulan karena dulu prasastinya ditemukan di Kamulan, terus kemudian besok di kirab sampai di Pendhapa di prosesi Hari Jadi.

Mas Ipin menambahkan, "Yang beda mungkin tahun ini kita kedatangan tamu yaitu Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono ke X. Kebetulan sudah sejak kemarin Pemerintah Provinsi DIY memberikan muhibah budaya.

Jadi kemajuan budaya Mataraman khususnya Ngayogyokarto di Trenggalek dan mungkin juga nanti beliau akan datang langsung khususnya di tanggal 1, kemudian akan ada seremoni tambahan. Kalau besok acaranya tetap seperti biasanya,tetapi mungkin yang berbeda kita siapkan kan biasanya warga ini kan ngalap berkah dan tumpengnya kan hanya satu.

 


 

Sekarang kita tambahi ada 30 tumpeng kecil-kecil, jadi1 besar sama 30 tumpeng kecil jadi nanti jumlahnya 31 sesuai tanggal Hari Jadi Trenggalek.

Lebih lanjut, seperti tahun sebelumnya tetap ASN besok pagi mungkin sudah mulai bergerak atau hari ini saya minta ASN berbagi, jadi terserah sesuai kemampuan mereka memberikan kado kepada tetangga kanan kiri berbagi kebahagiaan di Hari Jadi.

Bupati muda ini menyebut, termasuk prasasti ini juga jadi hal yang baru karena Hari Jadi sebelumnya prasastinya hanya replika biasanya, sekarang yang asli sudah ada di Trenggalek dan besok bisa disaksikan oleh masyarakat secara langsung mirsani prasasti aslinya kita beri nama Joglo Kamulyan disitulah prasasti Trenggalek 828.

 


 

Dan besok insyaallah Bupati Tulungagung, karena prasasti kita kemarin ada di Tulungagung besok Bupati Tulungagung juga hadir disini untuk kemudian memberi ucapan bahwa prasastinya telah pulang ke Trenggalek.

Bupati Nur Arifin berharap peringatan Hari Jadi Tahun ini, "Seperti jargon hari jadi kita, Natas, Nitis, Netes. Semoga tatas kemudian mengerjakan sesuatunya titis kemudian bisa menghasilkan netes menjadi sesuatu yang baik sesuai harapannya Pak Presiden pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," ungkapnya.

Sedangkan juru jamas, KRT dr.Sarjono Baskoro menjelaskan, "Jamasan tadi adalah membersihkan saja, tidak termasuk marangi. Jadi hanya dibersihkan, dari bahan-bahan atau hal yang bisa menyebabkan rusaknya pusaka," jelasnya.

 


 

"Setelah dijamas, dibersihkan dengan air sesuai aturan, baru diminyaki. Gunannya minyak itu juga untuk mengawetkan, karena kalau tidak diawetkan berkarat," pungkasnya. Diskominfo Trenggalek