Ketua TP PKK Trenggalek : Manfaatkan Sumber Bahan Pangan Lokal Non Beras
Hadiri
dan buka Lomba Cipta Menu (LCM) Kabupaten Trenggalek 2018 di gedung Serbaguna,
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Arumi Bachsin harapkan seluruh
peserta bisa ajarkan masyarakat Trenggalek manfaatkan bahan pangan lokal sumber
karbohidrat selain beras, Selasa (25/9).
Pangan yang menjadi sumber kehidupan utama bagi manusia menurutnya harus
mendapatkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat agar asupan gizi
yang masuk bisa berkualitas.
Lomba Cipta Menu adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengkampanyekan Program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang telah digulirkan dari beberapa tahun lalu. Potensi pangan lokal sebagai sumber karbohidrat sangatlah besar, lewat B2SA yang menjadi unsur utama penilaian LCM diharapkan dapat memberdayakan potensi bahan pangan lokal non beras yang selama ini cenderung dipandang sebelah mata.
"Seperti
sambutan saya pasti kita akan makan setiap hari tapi harapannya dengan adanya
B2SA ini kita menyadarkan masyarakat bahwa kalau makan jangan makan saja,
makanlah sesuatu yang memang aman, bersih, beragam supaya kehidupan kita
utamanya bagi anak-anak kita yang masih dalam masa pertumbuhan bisa
optimal," tutur Arumi usai membuka LCM 2018.
Istri
Bupati Trenggalek ini juga menerangkan Trenggalek punya potensi besar dalam
urusan pangan mengingat di daerah ini produksi pertanian berupa umbi-umbian
juga sangat melimpah untuk dijadikan bahan pangan sumber karbohidrat utama
selain beras.
"Dan kita ingin mengajarkan juga masyarakat Indonesia banyak tahu kalau sumber karbohidrat sudah dari beras, tapi lupa kalau sumber karbohidrat itu dari umbi-umbian juga banyak. Dan di Trenggalek khususnya banyak hasil bumi umbi-umbian dan sebagainya tapi tidak terbiasa masyarakat menjadikan ubi sebagai makanan pengganti beras," imbuh ibu 2 anak ini.
Lebih
lanjut, Arumi juga mengharapkan bahan pangan lokal yang di usung pada Lomba
Cipta Menu kali ini bisa menepis persepsi masyarakat bahwa sumber pangan non
beras memiliki sumbangan gizi yang rendah.
Pasalnya sumbangan energi yang dihasilkan oleh kelompok pangan
umbi-umbian sejatinya setara dengan energi yang dihasilkan oleh nasi, yakni
kalori 100 gram singkong setara dengan kalori 100 gram nasi. Diskominfo Trenggalek