Luncurkan UPRINTIS Indonesia, Novita Hardini Ingin Lakukan Pendampingan Perempuan Untuk Menapaki Kesuksesan Bersama

prestasi

23 December 2021

1036
Luncurkan UPRINTIS Indonesia, Novita Hardini Ingin Lakukan Pendampingan Perempuan Untuk Menapaki Kesuksesan Bersama

Berkeinginan melakukan pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  perempuan untuk menapaki kesuksesan bersama, Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek Novita Hardini Mochamad meluncurkan yayasan UMKM Perempuan Perintis (UPRINTIS) Indonesia di Ciputra World Surabaya. Rabu, (22/12/2021)

UPRINTIS sendiri sebagai salah satu wadah bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya, utamanya menyasar pada UMKM perempuan diseluruh Indonesia.

Novita Hardini selaku Founder dan CEO Uprintis Indonesia menyampaikan bahwa ditahun pertamanya untuk meningkatkan skala usaha para pelaku UMKM kurang lebih sebanyak 1.000 UMKM dan 5.000 UMKM perempuan yang dilakukan pendampingan agar bisa naik kelas dan berkembang

"Kita lebih fokuskan lagi pendampingan UMKM agar hasilnya, resource nya lebih optimal dirasakan UMKM", Tutur Novita Hardini

"Jadi kita selama ini pendekatannya dengan cara-cara pelatihan tetapi sejauh saya memandang sebagai ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek, saya melihat pendekatan yang biasa kita gunakan ternyata belum benar-benar optimal meningkatkan provit bagi teman-teman umkm khususnya perempuan". Sambungnya

Lebih lanjut inisiator Sepeda Keren itu menyebut salah satu penyebab banyaknya kejadian kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga adalah faktor kesenjangan ekonomi yang menyebabkan terjadinya gap antara laki-laki dan perempuan. Namun apabila pertumbuhan ekonomi perempuan bertumbuh dengan baik maka peluang kekerasan yang dialami perempuan dapat terhapus

"Investasi pada pemberdayaan perempuan yang sekarang juga digalakkan semua dunia, jadi saya menjadi bagian dari perempuan muda Indonesia yang ingin juga memberikan kontribusi 1.000 umkm dan 5.000 umkm perempuan di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia", jelasnya

"Hingga saat ini sudah ada 600 UMKM yang mendapat pembinaan, pelatihan. Jadi kurang 400 UMKM lagi, ini secara bertahap. Kami juga melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk melakukan business matching", lanjutnya

Uprintis Indonesia sendiri memiliki target ingin meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perempuan. Setidaknya dari skala usaha kecil bisa naik kelas sehingga menembus pasar berskala global
"Jadi dari berskala mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah dan menengah menjadi besar, banyak kendala yang dihadapi seperti budaya, akses pengetahuan, pendampingan, kemudian akses untuk mencari permodalan, akses memasarkan, jadi banyak UMKM perempuan yang masih berfokus pada penjualan saja" terangnya

"Padahal bisnis itu kompleks, ada perencanaan, kemudian aksi, evaluasi dan sebagainya. Jadi kita ingin benar-benar membesarkan UMKM layaknya bisnis wisata ini", tutupnya. Diskominfo Trenggalek