Tanam Pohon di Telaga Mapahan, Pemkab Trenggalek Peringati Hari Air Sedunia Ke-30

berita

31 March 2022

99
Tanam Pohon di Telaga Mapahan, Pemkab Trenggalek Peringati Hari Air Sedunia Ke-30

Hari Air Dunia ke-30 diperingati segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan menggelar aksi penanaman bibit pohon di Telaga Mapahan, Desa Senden, Kecamatan Kampak, Rabu (30/3/2022).

Sedikitnya ada 210 bibit pohon dari berbagai jenis yang ditanam di lokasi ini sebagai wujud dukungan terhadap upaya kelestarian air di wilayah ini. Kegiatan ini juga tersambung secara virtual dengan peringatan Hari Air Dunia ke-30 se Jawa Timur yang berlangsung di Bendungan Semantok Bojonegoro.

Hari Air Sedunia atau World Water Day sendiri rutin diperingati setiap tanggal 22 Maret. Untuk tahun ini, tema peringatan Hari Air Dunia Adalah "air tanah-Membuat yang tak terlihat, menjadi terlihat".

Memimpin peringatan di Kabupaten Trenggalek, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Trenggalek, Ir.Yudi Sunarko, M.Si menyebut momentum peringatan ini hendaknya dapat dijadikan untuk memacu semangat bagi seluruh elemen masyarakat agar ikut berperan dalam upaya pelestarian air tanah.

Selain itu, instrospeksi terkait bagaimana pengelolaan air tanah juga sangat diperlukan agar azas kelestariannya dapat terjaga dengan baik.

Asda II ini menambahkan, air adalah sumber kehidupan, tiada kehidupan tanpa air, pentingnya menjaga kelangsungan air harus disadari oleh setiap orang. Tugas Pemerintah adalah menjamin masyarakat memiliki akses terhadap air bersih, karena air bersih adalah hak setiap warga, dan Pemerintah harus menjamin agar hak itu harus terpenuhi.

Mantan Kadis Perindustrian ini juga mengingatkan, saat ini akses air bersih kepada masyarakat masih rendah, sehingga diperlukan upaya lebih masif untuk mengoptimalkannya melalui berbagai langkah yang berkesinambungan.

Salah satunya melalui gerakkan penghijauan, penanaman, dan pelestarian sumber air. Air tanah ada di dalam tanah dibawah permukaan, tetapi air tanah juga menggambarkan bagaimana kita memelihara kondisi lingkungan di atas permukaan.

"Jadi bagaimana kita mengelola lingkungan diatas permukaan nanti juga akan berdampak pada kualitas lingkungan air tanah yang ada di dalam tanah," tuturnya.

Menurut Yudi Sunarko, penanaman pohon seperti yang dilaksanakan di Telaga Mapahan merupakan sebuah langkah positif yang mempunyai berbagai kebermanfaatan.

Dengan beragamnya jenis pohon yang ditanam, tidak hanya manfaat pelestarian yang akan didapatkan oleh masyarakat, akan tetapi juga kebermanfaatan di sisi perekonomian.  Asda II berharap agar wilayah lain di Kabupaten Trenggalek dapat melakukan hal serupa sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian air tanah.

"Salah satu pohon holtikultura itu adalah durian ripto yang menjadi ikon buah-buahan di Trenggalek.  Ini harapan kita selain lestari tapi juga memberikan manfaat ekonomi," ujarnya.

Khusus untuk Mapahan, ternyata sumber air mapahan selain fungsi konservasi, ternyata juga bisa dikemas sebagai daerah kunjungan wisata.

"Saya pikir ini sangat bagus sangat multifungsi, jadi konservasi airnya terpenuhi, dampak ekonomi berupa pengembangan tempat wisata juga berjalan, saya pikir ini sangat luar biasa," pungkasnya. Diskominfo Trenggalek