Tinjau Banjir dan Tanah Longsor di Watulimo dan Munjungan, Bupati Nur Arifin Prioritaskan Buka Akses Konektifitas Menuju Lokasi Terdampak Bencana

berita

08 November 2022

66
Tinjau Banjir dan Tanah Longsor di Watulimo dan Munjungan, Bupati Nur Arifin Prioritaskan Buka Akses Konektifitas Menuju Lokasi Terdampak Bencana

Meninjau lokasi banjir dan tanah longsor di Kecamatan Munjungan dan Watulimo, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Wakil Bupati Syah Natanegara prioritaskan segera buka akses konektifitas menuju lokasi bencana, Jumat (4/11/2022).

Hal ini mengingat adanya sejumlah jembatan yang terputus dan ruas jalan tertutup material longsoran akibat diterjang banjir semalam sehingga akses warga menjadi terisolir. Akses konektifitas ini penting agar distribusi bantuan berupa logistik dan material penanganan bencana bisa segera dilaksanakan.

Seperti di Desa Sawahan Watulimo, jembatan Mukus yang jadi akses penghubung dan jalur perekonomian masyarakat terputus diterjang banjir yang cukup deras, akibatnya terdapat sekitar 2300 terisolir.

 


 

Mas Ipin mengatakan, bencana terparah kali ini terjadi di Watulimo dan Munjungan. Meskipun banjir yang terjadi cepat surut, namun derasnya air mengakibatkan daya rusak yang cukup kuat terhadap sejumlah infrastruktur.

"Sekarang prioritas kami memastikan kontektivitas, agar alur logistik dan bantuan, alat berat untuk pembersihan, maupun nanti pergerakan relawan bisa berjalan dengan mudah," tutur Bupati Trenggalek.

Selanjutnya di beberapa titik lokasi banjir, beberapa OPD seperti Dinas Sosial juga akan menyiapkan kebutuhan seperti bahan pokok, baju kering, dan kebutuhan untuk bayi dan lain sebagainya.

 


 

"Yang ketiga, penanganan darurat sebelum nanti ada penanganan jangka panjang," lanjut Bupati Nur Arifin.

Penanganan darurat itu salah satunya memastikan jembatan yang dibangun tetap aman apabila air kembali datang. Hal ini dikarenakan jembatan lama yang dibangun warga secara swadaya ini memiliki konstruksi pondasi melintang sungai. Sedangkan konstruksi jembatan yang baru hanya badan jembatan dan tidak ada tiang pancangnya di tengah.

"Pancangan di tengah ini yang berisiko. Ketika pondasinya tergerus. maka akan menyebabkan jembatannya runtuh. Makanya sekarang kita fokus ke bronjong, normalisasi, mengarahkan jalur sungai ke jalur yang semestinya," tegas Mas Ipin.

 


 

Disisi lain Bupati nur Arifin turut mengapresiasi upaya dari relawan dan masyarakat yang telah bergotong-royong untuk upaya pembelian sementara pasca bencana.

"Jangka panjangnya kami inventarisir lintas sektor dan lintas kewenangan, dan kemarin dari BBWS akan menyurvei untuk memanajemen sumber daya air di Trenggalek bersama Jasa Tirta," pungkasnya. Diskominfo Trenggalek